Cycling through the Charm of Biei, Hokkaido

I’ve wanted to cycle in Hokkaido for a long time and finally did it last weekend! I went skiing in Sapporo last winter and left a part of my heart there for the island’s beauty. After Sapporo my next destinations were Furano and Biei. I know summer is widely known as the best time for visiting these small towns for the sight of lavender bloom, but … Continue reading Cycling through the Charm of Biei, Hokkaido

Living Japan #5: Tokyo “City Girl”

Last July I celebrated a year of living in Japan. Work contract has been extended, so I’ll hopefully be celebrating a second year anniversary next year. As I enter my second year, I made a decision to move to Tokyo. I moved from the suburbs of Yokohama, where most residents were grandmothers and high-school students and residents’ festivals were held frequently. There’s nothing wrong with … Continue reading Living Japan #5: Tokyo “City Girl”

Di Metro Mini Malam Ini

14 November 2014 Di dalam Metro Mini tadi, seorang pengamen bercerita. Katanya dia berhenti sekolah karena tidak ada biaya. Dia bilang kita ini beruntung. Bisa baca-tulis, sekolah sampai kuliah, dan kerja yang baik. Tidak seperti dirinya dan orang-orang di sekitarnya yang harus “bekerja di jalanan, menjual harga diri, tidur di pelataran toko”. Tidak bisa bersekolah karena keadaan. Semoga, katanya, pemerintahan yang baru banyak membuat perubahan … Continue reading Di Metro Mini Malam Ini

Catatan Yogyakarta: Perayaan Waisak di Borobudur (Mei 2013)

25 Mei 2013, Hari Waisak Memasuki area bertenda di Candi Mendut dimana ratusan umat Buddha berkumpul dengan pakaian biksu atau seragam komunitas masing-masing, saya merasa kurang ajar. Orang-orang pada ramai memfotoi seperti obyek wisata padahal mereka sedang beribadah. Ibaratnya seperti Muslim sedang salat Ied berjamaah lalu orang-orang berkamera datang dan membabi buta memfotoi di depan muka mereka. Ramai, tidak terkendali. Sebagian  memang sudah selesai beribadah … Continue reading Catatan Yogyakarta: Perayaan Waisak di Borobudur (Mei 2013)

Catatan Yogyakarta: Pesona Macapat dan Birokrasi Turis (Mei 2013)

24 Mei 2013 Hari ini saya bertekad tidak akan naik becak. Tadinya mau sewa sepeda gunung atau onthel, tapi dengan lugu saya tinggalkan KTP-ku di hotel. Lalu ego saya menolak semua tukang becak yang menawarkan jasanya. Saya biasa dan senang jalan kaki! Tapi ternyata, kota ini lebih sulit ditaklukkan oleh kaki daripada yang saya bayangkan. Bukannya tak ada trotoar atau banyak pengendara motor yang menyebalkan … Continue reading Catatan Yogyakarta: Pesona Macapat dan Birokrasi Turis (Mei 2013)

Pak Pram: yang Saya Pelajari darinya Sejak Pertemuan Pertama (tentang Saya dan Pramoedya Ananta Toer)

(English version: https://amellina.me/2013/02/26/about-myself-and-pramoedya-ananta-toer/) Saat itu mungkin sekitar tahun 2001. Saya masih duduk di kelas dua SMP. Saya iseng berkunjung ke perpustakaan pribadi di rumah kami, mencari-cari bahan bacaan baru setelah menyelesaikan sebuah buku. Sebuah buku yang kelihatan kuno menarik perhatian saya. Sampulnya putih memampangkan judul yang tampak ditulis dengan tangan menggunakan penggaris atau handzet (cetakan tulisan berbahan timah yang digunakan penerbit-penerbit zaman dahulu), tulisan judulnya berwarna biru bergradasi … Continue reading Pak Pram: yang Saya Pelajari darinya Sejak Pertemuan Pertama (tentang Saya dan Pramoedya Ananta Toer)

Ekonomi Indonesia Ikut Siapa?

Beberapa hari yang lalu saya membaca status teman di facebook. Saya lalu jadi tergelitik untuk menulis komentar. 🙂 Ini status teman saya dan di bawahnya komentar saya: Ceritanya ada tiga orang ilmuwan yang terjebak di sebuah kapal di tengah laut; fisikawan, ilmuwan kimia, dan ekonom. Mereka terjebak dalam keadaan kelaparan dan hanya memiliki satu buah kaleng kacang. Kemudian mereka berdebat tentang bagaimana membuka kaleng yang … Continue reading Ekonomi Indonesia Ikut Siapa?

Tentang Teater

Entah kenapa, pagi-pagi buta begini muncul keinginan menulis soal salah satu hal yang saya cintai. Kecintaan yang beberapa tahun terakhir terkubur. Bikin kangen. Kecintaan itu adalah: teater. Awal Mula Saya mulai mengenal teater sejak kelas 5 SD. Saat itu saya bersama salah satu sahabat saya iseng ikut ekstrakurikuler Drama. Pada pertemuan perdana saat itu kira-kira ada 15 peserta yang berkumpul. Seperti umumnya anggota ekskul seni … Continue reading Tentang Teater