Living in Japan: Eating with Chopsticks #2 – Non-Alien Registration

Today after lunch, a department staff kindly took me to the Hayama Town Hall to register myself as a resident. The building was familiar; I remembered seeing its image when googling about the town. There, I was comforted by the system and people's efficiency. Registering as a new long-term resident is convenient. Let me explain … Continue reading Living in Japan: Eating with Chopsticks #2 – Non-Alien Registration

Advertisements

Living in Japan: Eating with Chopsticks

A few months ago I got an offer to work at an international research-based NGO based in Hayama, Japan. Yesterday night, I landed safely at Tokyo Narita airport, took a 2,5 hours regular train ride to Zushi (the nearest town from Hayama), and officially started my new adventure in the sushi homeland. A dinner was … Continue reading Living in Japan: Eating with Chopsticks

Australia Harus Menyelamatkan Great Barrier Reef, Sekarang

Australia dituntut keberhasilannya menyelamatkan Great Barrier Reef yang terancam kerusakan berat akibat pengerukan, limbah industri, dan rencana pembangunan pelabuhan. Kampanye berbagai lembaga dunia, termasuk WWF yang berhasil menarik dukungan lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia, mendukung dikeluarkannya keputusan UNESCO World Heritage Committee yang menuntut keberhasilan program Pemerintah Australia dalam menyelamatkan kawasan sistem koral terbesar … Continue reading Australia Harus Menyelamatkan Great Barrier Reef, Sekarang

Di Metro Mini Malam Ini

14 November 2014 Di dalam Metro Mini tadi, seorang pengamen bercerita. Katanya dia berhenti sekolah karena tidak ada biaya. Dia bilang kita ini beruntung. Bisa baca-tulis, sekolah sampai kuliah, dan kerja yang baik. Tidak seperti dirinya dan orang-orang di sekitarnya yang harus “bekerja di jalanan, menjual harga diri, tidur di pelataran toko”. Tidak bisa bersekolah … Continue reading Di Metro Mini Malam Ini

Catatan Yogyakarta: Perayaan Waisak di Borobudur (Mei 2013)

25 Mei 2013, Hari Waisak Memasuki area bertenda di Candi Mendut dimana ratusan umat Buddha berkumpul dengan pakaian biksu atau seragam komunitas masing-masing, saya merasa kurang ajar. Orang-orang pada ramai memfotoi seperti obyek wisata padahal mereka sedang beribadah. Ibaratnya seperti Muslim sedang salat Ied berjamaah lalu orang-orang berkamera datang dan membabi buta memfotoi di depan … Continue reading Catatan Yogyakarta: Perayaan Waisak di Borobudur (Mei 2013)

Catatan Yogyakarta: Pesona Macapat dan Birokrasi Turis (Mei 2013)

24 Mei 2013 Hari ini saya bertekad tidak akan naik becak. Tadinya mau sewa sepeda gunung atau onthel, tapi dengan lugu saya tinggalkan KTP-ku di hotel. Lalu ego saya menolak semua tukang becak yang menawarkan jasanya. Saya biasa dan senang jalan kaki! Tapi ternyata, kota ini lebih sulit ditaklukkan oleh kaki daripada yang saya bayangkan. … Continue reading Catatan Yogyakarta: Pesona Macapat dan Birokrasi Turis (Mei 2013)